Keajaiban Hati

Memang, bukan hanya manusia yang memiliki hati, binatang pun memilikinya. Bahkan, bangkai pun juga memiliki hati. Itu jika kita memahami hati sebaga “segumpal daging”, layaknya jantung dan rempelo.

Tetapi hati dalam pengertian yang halus (latifah), memiliki karakter ketuhanan (rabbaniyyah), suatu ruhani yang lazim disebut sebagai al-Qalb. Hati jenis inilah yang membedakan jiwa, pikiran dan perilaku manusia dengan binatang, juga antara manusia yang dzalim dengan yang shalih. Sebab hati itulah yang menjadi hakikat manusia, yang dengannya manusia bisa menangkap segala rasa dan mengetahui atau mengenal segala sesuatu, termasuk Tuhan-nya.

Hati dalam artian al-Qalb inilah yang mestinya menjadi tujuan smua umat manusia, membersihkannya dari segala kotoran dan menyembuhkannya dari segala penyakit. Sampai-sampai, Rasulullah saw. Bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat seseorang berdasarkan jasmani dan wajahnya, melainkan Allah menilai seseorang berdasarkan hatinya.”

Baik atau buruknya seseorang, alim atau bejatnya seseorang, sangat ditentukan oleh kualitas hati itu. Karena hati-lah pusat segala kehidupan.

Jika kita ingin menjadi pribadi dengan jiwa, pikiran dan perilaku yang positif dan penuh kekuatan marilah kita bersama-sama membersihkan segala kotoran dan penyakit yang ada dalam hati kita. Amien…..