Hari Maulud Nabi (12 Rabiul Awal)

Hari Maulud (kelahiran) Nabi Muhammad SAW bertujuan untuk memuliakan Nabi Muhammad SAW berasaskan firman Allah dalam Al-Quran:

“maka orang yang beriman kepadanya (Muhammad saw) memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Quran) mereka itulah yang beruntung.” Al-Araf: 157

Maulud Nabi disambut setiap 12 Rabiul Awal dimana zikir khusus akan diadakan di masjid-masjid. Perarakan secara besar-besaran yang disertai oleh lelaki, perempuan, dan kanak-kanak akan diadakan di bandar dan kampung sambil menyanyikan lagu-lagu memuji Nabi Muhammad S.A.W. juga akan diadakan untuk meriahkan hari Maulud mulia ini. Jamuan makan juga dianjurkan diadakan oleh orang perseorangan atau pertubuhan untuk fakir miskin. 

Terdapat 2 pendapat mengenai Maulud Nabi, yaitu pendapat pertama melakukannya adalah satu perbuatan yang dianjurkan bagi umat Islam. Pendapat kedua pula menyatakan menyambut hari Maulud adalah satu bid’ah disebabkan ia tidak pernah dilakukan semasa zaman Rasullullah dan para sahabat. Menurut pendapat pertama, mengapa Maulud Nabi boleh dirayakan, “Jika setiap kejadian yang tidak bernyawa sekalipun, bergembira dengan kelahiran Baginda SAW dan semua tumbuh-tumbuhan pun bergembira, semua binatang pun bergembira, semua malaikat pun bergembira, dan semua jin Islam bergembira diatas kelahiran Baginda SAW, kenapa kamu menghalang kami daripada bergembira dengan kelahiran Baginda SAW?”

Kewajiban untuk menghormati Rasulullah juga difirmankan oleh Allah: Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali Imran [3]: 31). Jadi atas dasar itu, peringatan maulid Nabi SAW dilakukan setiap tahun.

Mari kita sambut Maulid Nabi Saw. dengan ketulusan dan keikhlasan. Insyaallah kita akan menjadi orang-orang yg beruntung. Amien….

Keajaiban Hati

Memang, bukan hanya manusia yang memiliki hati, binatang pun memilikinya. Bahkan, bangkai pun juga memiliki hati. Itu jika kita memahami hati sebaga “segumpal daging”, layaknya jantung dan rempelo.

Tetapi hati dalam pengertian yang halus (latifah), memiliki karakter ketuhanan (rabbaniyyah), suatu ruhani yang lazim disebut sebagai al-Qalb. Hati jenis inilah yang membedakan jiwa, pikiran dan perilaku manusia dengan binatang, juga antara manusia yang dzalim dengan yang shalih. Sebab hati itulah yang menjadi hakikat manusia, yang dengannya manusia bisa menangkap segala rasa dan mengetahui atau mengenal segala sesuatu, termasuk Tuhan-nya.

Hati dalam artian al-Qalb inilah yang mestinya menjadi tujuan smua umat manusia, membersihkannya dari segala kotoran dan menyembuhkannya dari segala penyakit. Sampai-sampai, Rasulullah saw. Bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat seseorang berdasarkan jasmani dan wajahnya, melainkan Allah menilai seseorang berdasarkan hatinya.”

Baik atau buruknya seseorang, alim atau bejatnya seseorang, sangat ditentukan oleh kualitas hati itu. Karena hati-lah pusat segala kehidupan.

Jika kita ingin menjadi pribadi dengan jiwa, pikiran dan perilaku yang positif dan penuh kekuatan marilah kita bersama-sama membersihkan segala kotoran dan penyakit yang ada dalam hati kita. Amien…..

Ayat – Ayat Cinta

Saat ini Novel & Film Ayat – Ayat Cinta sangat laris di pasaran. bagi yang blom baca ato nonton film nya ketinggalan bget. klo pingin baca novelnya silahkan download novel ayat – ayat cinta dan yang pingin tau info lebih lanjut kunjungi web site resminya di http://www.ayatayatcintathemovie.com/ .

Launched New Sites!

Bagi yang pingin belajar Linux ato ingin mendapat kan CD Software n Aksesoris Linux lainnya Kunjungi …